Salah satu warga Jabodetabek tengah menghadapi banjir. (Dok. Istimewa)

Banjir Jakarta 2020, Musibah untuk Muhasabah

ARTICLES

Ketika Allah SWT berkehendak, tak ada yang dapat menghalanginya. Dan setiap kejadian yang ada di dunia ini, tak ada yang sia-sia. Namun kadang kita menutup mata dan lupa untuk mengambil hikmahnya.

Banjir Jakarta di Awal Tahun 2020

Saat ini saudara-saudara kita di Jabodetabek tengah berduka, atas musibah banjir yang menimpa. Hujan yang berlangsung awet pada tanggal 31 Desember 2019, telah menenggelamkan, dan menghanyutkan kehidupan kota. Hujan yang kadang masih membasuh kota, kian menambah ketinggian air yang masih merendam.

Seorang bayi dievakuasi dari ancaman banjir. (Dok. Istimewa)
Seorang bayi dievakuasi dari ancaman banjir. (Dok. Istimewa)

Dari media pemberitaan media dan video yang banyak beredar di media sosial menginformasikan, banjir telah merenggut puluhan jiwa, karena terbawa arus air, dan juga sengatan arus listrik. Harta bendapun direndam air. Rumah, mobil, kendaraan, ternak, dan berbagai harta kekayaan lainnya ada yang hanyut terbawa arus.

Seorang nenek dievakuasi dari ancaman banjir. (Dok. Istimewa)
Seorang nenek dievakuasi dari ancaman banjir. (Dok. Istimewa)

Banjir yang dialami Jakarta seperti sudah menjadi bencana tahunan mengikuti siklus yang ada. Namun, banjir yang diderita oleh warga Jabodetabek pada awal tahun 2020 ini hampir merata dialami daerahnya.

Mengutip pernyataan Dwikorita Karnawati, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, pada hari Kamis (2/1/2020), “Curah Hujan kemarin adalah yang tertinggi selama 24 tahun terakhir berdasarkan data sejak 1996.”

Musibah Menurut Islam

Sepertinya sudah jadi budaya bagi sebagian masyarakat, setiap bencana banjir datang selalu mengkambinghitamkan kepala daerahnya. Seakan ia tak becus bekerja sehingga bencana datang tak bisa dielakkan. Setiap orang cenderung memandang sesuatu kejadian berdasarkan kepentingan dan kecenderungan ilmu yang dimilikinya.

Sebagian warga yang memaksakan diri untuk melewati genangan banjir. (Dok. Istimewa)
Sebagian warga yang memaksakan diri untuk melewati genangan banjir. (Dok. Istimewa)

Tapi, kita semua tentu mengetahui. Alam semesta ini adalah ciptaan Allah SWT, yang mengatur segala sesuatu di alam ini, dan yang berkehendak terhadap setiap kejadian. 

Situasi banjir pada salah satu lokasi di Jabodetabek. (Dok. Istimewa)
Situasi banjir pada salah satu lokasi di Jabodetabek. (Dok. Istimewa)

Ketika musibah banjir tengah menimpa Jabodetabek, hanya pada pada Alquran dapat kita berpedoman, sebagai petunjuk hidup di dunia, agar kita dapat mengambil hikmah dari peristiwa ini. Salah satu hikmahnya seperti pada surah Al-Ankabut ayat 2-3, yang artinya;

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”

Seorang warga tengah berusaha menyelematkan diri dari banjir. (Dok. Istimewa)
Seorang warga tengah berusaha menyelematkan diri dari banjir. (Dok. Istimewa)

Sebagai manusia yang hidup di alam ciptaan-Nya, kita akan menerima dari apa yang kita perbuat. Apa yang keliru kita lakukan juga akan memberi mudharat pada yang lainnya. Apalagi musibah banjir yang terjadi di Jabodetabek terjadi bertepatan dengan pergantian tahun.

Apa salah yang telah kita perbuat untuk segera kita benahi?

Mungkin ini cara Allah SWT mengingatkan kita, agar segera bermuhasabah diri agar terhindar dari musibah yang bisa saja lebih besar dapat kita alami. Allah SWT Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Imbauan untuk Umat Muslim

Hari-hari setelah banjir adalah masa yang sulit bagi kehidupan masyarakat di Jabodetabek. Apalagi bagi kalangan masyarakat menengah ke bawah. Mereka harus memulai lagi untuk membangun kehidupan baru. Sementara pada saat tersebut media pemberitaan sudah luput memberitakannya, sehingga masyarakat pun tak mengingatnya lagi, sampai banjir pun kembali datang melanda.

Salah satu rumah warga yang kena banjir. (Dok. Istimewa)
Salah satu rumah warga yang kena banjir. (Dok. Istimewa)

Uluran tangan kita sangat dinantikan oleh masyarakat Jabodetabek yang terkena dampak banjir 2020. Apalagi lagi bagi mereka yang masih bertahan hidup di pengungsian. Sebagai umat Islam, ini jadi kesempatan bagi kita untuk meringankan beban mereka, terutama pada umat muslim yang adalah saudara kita. 

Salah seorang warga yang mengevakuasi diri dari ancaman banjir. (Dok. Istimewa)
Salah seorang warga yang mengevakuasi diri dari ancaman banjir. (Dok. Istimewa)

Seberapa yang kita mampu membantu, akan besar manfaatnya bagi para korban, yang dapat kita salurkan dengan menghubungi badan-badan terpercaya dalam menyampaikan bantuan kita.

Mari kita doakan, semoga warga Jabodetabek yang terkena dampak banjir dilimpahi kesabaran dan kemudahan dalam menghadapi ujian ini, dan semoga musibah ini dapat jadi muhasabah bagi kita semua. (*)

Advertisements
Tagged
muhammadfadhli
Reporter dan blogger resmi bagi IslamicTunesNews.com, juga seorang penulis puisi, komposer dan penulis lirik lagu. Aktivitas lainnya adalah owner Diatunes Management, yang menguruskan artis untuk rekaman dan promosi di Indonesia.

Leave a Reply