Eyza Nasheed, Gema Nasyid dari Selatan Sumatra

Memasuki dekade duapuluhan di abad duapuluhsatu ini, selera penikmat musik lebih cenderung pada lagu-lagu religi yang berorientasi untuk mengingat Allah SWT. Begitu juga di Lampung, provinsi yang terletak di selatan pulau Sumatra. Nasyid makin digemari oleh masyarakatnya, seiring popularitas yang makin diraih oleh Eyza Nasheed, grup asal Kota Bandar Lampung.

Tentang Eyza Nasheed

Amiend, Pendiri Eyza Nasheed, saat kami wawancarai melalui akun Whatsapp-nya, Kamis (23/1/2020), mengatakan, “Eyza Nasheed berdiri sejak tahun 2018, tepatnya pada tanggal 6 Januari, di bawah manajemen Oemah  Eyza.”

Amiend juga mengatakan, “Saat ini Eyza Nasheed memiliki empat orang personal; Amiend (Bandar Lampung), Iqbal (Lampung Utara), Adang (Pringsewu), dan Prio (Pringsewu). Menggunakan nama Eyza, karena memang management kami adalah Oemah Eyza. Arti dari Eyza juga bagus, diambil dari kata Faeyza, yang artinya meningkat, membaik, membangun. Mudah-mudahan nama tersebut membuat kami bisa lebih baik, nasyid makin digemari secara meluas pada seluruh lapisan masyarakat, yang tidak hanya menghibur, tapi ada nilai-nilai positif yang kita sampaikan, jadi pengingat, dan motivasi buat yang dengerin.”

Para personal grup Eyza Nasheed. (Dok. Istimewa)
Para personal grup Eyza Nasheed. (Dok. Istimewa)

“Tujuan kami mendirikan grup Eyza Nasheed untuk menghidupkan kembali musik islami, terutama nasyid di wilayah Lampung. Alhamdulillah, saat ini nasyid makin digemari oleh masyarakatnya. Niat kami juga untuk berdakwah melalui syair-syair, yangmana ini beda banget dengan musik-musik yang lain. Alhamdulillah, penampilan nasyid kami selalu diterima dengan baik oleh orang-orang yang menghadirinya. Ini jadi bukti bahwa nasyid tidak kalah dengan jenis musik yang lain. Keberadaan Eyza Nasyid juga sebagai estafet, untuk  meneruskan karya-karya dan dakwah syiar GSV Nasyid,” kata Amiend.

Eyza Nasheed Juara ke 2 Festival Lampung Syariah (FLaSh) 2019

Pada Festival Lampung Syariah (FLaSh),  lomba nasyid yang diadakan oleh Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Lampung pada tahun 2019 lalu, Eyza Nasheed berhasil tampil sebagai  juara ke 2.

Para personal grup Eyza Nasheed saat menerima hadiah Juara ke 2 Festival Lampung Syariah (FLaSh) 2019. (Dok. Istimewa)
Para personal grup Eyza Nasheed saat menerima hadiah Juara ke 2 Festival Lampung Syariah (FLaSh) 2019. (Dok. Istimewa)

“Saya sebagai pendiri Eyza Nasheed memiliki latar belakang dari nasyid juga, yang pernah meraih berbagai penghargaan. Semoga Eyza Nasheed juga bisa sukses seperti grup-grup nasyid seniornya. Cerita awal berdirinya Eyza Nasheed, dulu saat saya masih di GSV, saya memang sudah terbayang pingin banget punya sebuah management entertain, yangmana di dalamnya ada nasyid, ada MC, ada qari, qariah, dan lainnya. Setelah ke sini, GSV sudah jarang aktif karena berbagai kesibukan para personalnya. Jadi, ya sudah apa yang jadi niatan kita buat, dan terbentuklah Oemah Eyza, yang di dalamnya ada Eyza Nasheed, dan yang lainnya. Dulu pertama kali Eyza Nasheed ada, hanya 3 personal. Alhamdulillah, dengan berjalannya waktu menjadi 4 personal,” kata Amiend.

Proses Kreatif Eyza Nasheed

Seperti yang dikatakan Amiend, “Kalau karya, jujur kami masih proses garap beberapa lagu. Insyaa Allah, sebelum Ramadan nanti akan kami publish. Sejak berdirinya Eyza Nasheed kami hanya sekadar cover-cover lagu di studio. Contoh yang sudah ada, lagu Bangun Cinta, lagu milik 3composer. Rencana kedepannya, insyaa Allah, kami akan fokus di karya-karya lagu sendiri. Kemudian, kami akan fokus juga memperluas wilayah sebaran karya kami. Mudah-mudahan dengan usaha ini Eyza Nasheed makin dikenal banyak orang.”

Para personal grup Eyza Nasheed saat menerima piala Juara ke 2 Festival Lampung Syariah (FLaSh) 2019. (Dok. Istimewa)
Para personal grup Eyza Nasheed saat menerima piala Juara ke 2 Festival Lampung Syariah (FLaSh) 2019. (Dok. Istimewa)

Selain itu Amiend juga mengatakan, “Kegiatan sekarang, kami lebih ke acara walimahan, baik di gedung ataupun di rumah. Hari weekday sambil kerja,  karena memang setiap personal Eyza Nasheed mempunyai kegiatan masing-masing. Ada yang bekerja, dan ada juga yang masih kuliah.”

“Selain acara walimahan, meski saat ini Eyza Nasheed masih berusia 2 tahun, namun sudah sering  mengisi berbagai acara, semisal; bakti sosial, seminar, festival, konser amal,  program acara di TVRI Lampung. Tidak hanya di kota, tapi sampai ke pelosok desa juga. Alhamdulillah, Eyza Nasheed makin diminati oleh masyarakat. Harapan kami, mudah-mudahan nasyid makin diminati dan digemari oleh masyarakat luas,” kata Amiend. (*)

Advertisements

Leave a Reply