‘IslamicTunes’ Aplikasi Streaming Musik dan Audio Islami Pertama di Dunia Resmi Diluncurkan

@islamictunes
Fachreza Farhman, Ali XPDC, Aci Cahaya, dan para hadirin saat softlaunching IslamicTunes di Bekasi Mall, Jakarta, Indonesia pada beberapa waktu lalu. (Dok. Istimewa)

Mengikuti kemajuan teknologi telekomunikasi pada saat ini, membuat masyarakat lebih cenderung dekat dengan media berbasis internet daripada media konvensional. Oleh karena itu, untuk mendapatkan akses yang mudah dalam mendengar karya-karya lagu, masyarakat ingin aplikasinya tersedia pada gadget yang mereka gunakan. Mengingat belum adanya aplikasi khusus untuk konten musik dan audio islami berbasis mobile apps, Loonaq Indonesia resmi merilis IslamicTunes Streaming Hub di Google Play Store.

Ermansyah Putra, Pengurus IslamicTunes pada hari Sabtu 14 September 2019 saat kami wawancarai mengatakan, ”IslamicTunes Streaming Hub berbasis mobile apps telah dirilis pada hari Sabtu 7 September 2019, dan dapat diunduh secara gratis di Google Play Store. Sebelumnya, IslamicTunes Streaming Hub sudah ada sejak awal tahun 2015, namun masih berbasis mobile web. Loonaq ingin penikmat musik dan audio islami lebih nyaman mengakses konten yang ingin mereka dengar, dengan tampilan yang lebih menarik, eksklusif, dan mudah mereka gunakan.”

Pengurus IslamicTunes bersama para kontenpreneur sempena meetup bersama komunitas Islamictunes Palembang pada beberapa waktu lalu. (Dok. Istimewa)

Upaya IslamicTunes Agar Nasyid Diakui Dunia Sebagai Genre Musik

“Awalnya kami telah berupaya agar nasyid menjadi genre musik yang diakui oleh dunia, dan tercantum pada salah satu kategori genre pada aplikasi musik dunia yang sudah dikenal masyarakat pada saat ini. Namun upaya kami tersebut tidak mendapatkan respon. Akhirnya, kami mendirikan sendiri aplikasi musik dan audio islami, IslamicTunes Streaming Hub. Tujuannya, agar penikmat musik dan audio islami memperoleh konten islami tanpa bercampur dengan konten non islami,” kata Ermansyah.

Tujuan Adanya IslamicTunes

Ermansyah juga mengatakan, “IslamicTunes sudah punya ribuan content preuneur yang telah mengamanahkan promosi dan pemasaran lagunya pada IslamicTunes, kami tetap akan memasarkan lagu mereka di aplikasi-aplikasi musik dunia lainnya. Tujuannya untuk penyeimbang bagi masyarakat, agar tidak memperoleh suguhan musik non islami saja. IslamicTunes Streaming Hub adalah aplikasi musik dan audio islami pertama dan satu-satunya ada di dunia pada saat ini.”

Foto bersama panitia IslamicTunes Festival Nasheed Ramadhan 4 yang bekerjasama dengan Rumah Munsyid Indonesia pada beberapa waktu yang lalu. (Dok. Istimewa)

Mengenal Lebih Dalam Tentang IslamicTunes

“Lebih jelasnya, IslamicTunes Streaming Hub adalah layanan streaming musik dan audio Muslim terbuka pertama di dunia. IslamicTunes Streaming Hub memberi akses ke jutaan lagu islami. Seperti; tilawah, doa, nasyid, kasidah, selawat, dan konten lainnya dari artis, munsyid, reciter, dai, cendekiawan, ulama, pembicara, dan lainnya dari seluruh dunia,” kata Ermansyah.

Suasana IslamicTunes Festival Nasheed Ramadhan 4 yang digelar bekerjasama dengan Rumah Munsyid Indonesia pada beberapa waktu yang lalu. (Dok. Istimewa)

Selain itu Ermansyah juga mengatakan, “IslamicTunes Streaming Hub merangkul para kreator audio dunia Islam yang didukung oleh komunitas-komunitas seni, penulis lagu, pendengar, dan kontributor muslim dari semua jenis seni dan budaya yang bernuansa islami. Secara bersama kita satukan visi, melahirkan konten seni dan hiburan yang ramah dikonsumsi oleh umat muslim dalam konteks hiburan halal.”

Salah satu grup nasyid qasidah dari Singapore saat tampil di MIHAS 2016 lalu di livestage@islamictunes pada beberapa waktu yang lalu. (Dok. Istimewa)

“Dengan memanfaatkan teknologi, layanan, dan sumber daya yang ada pada saat ini, IslamicTunes Streaming Hub membantu para seniman muslim. Terutama bagi para kreator pemula dalam berkesenian, agar dapat mandiri membangun dan mengembangkan karir mereka di dunia seni musik. Di IslamicTunes Streaming Hub telah tersedia lebih dari ratusan ribu lagu. Semua dari 15 ribu penulis lagu, yang sebagian besar adalah seniman muslim, label rekaman, artis indi, agensi manajemen artis, dan rumah produksi video dari negara-negara di Asia Tenggara dan Eropa. Semoga masyarakat di dunia makin menyenangi hiburan islami, para kreatornya semoga makin sejahtera, dan nasyid dapat diakui sebagai salah satu genre musik oleh digital music store lainnya. Insya Allah,” kata Ermansyah. (*)

Advertisements

Leave a Reply