Gen Halilintar saat memenuhi panggilan sidang. (Dok. Istimewa)

Lagu Cover Gen Halilintar Digugat Nagaswara Rp.9,5 M

Hot News

IslamicTunesNews.com – Karya lagu seseorang amatlah mahal harganya, adalah anugerah yang diberikan Allah SWT pada seseorang untuk menzahirkannya, yang tak dapat dinilai dengan uang.

Di masa kejayaan rilisan fisik, para pegiat industri musik sangat menjaga copyright sebuah karya lagu sebelum diproduksi.  Tapi, di era kemajuan teknologi telekomunikasi pada saat sekarang ini cenderung copyright sebuah karya lagu terlupakan. Bisa kita lihat pada maraknya pegiat musik memproduksi ulang (mengcover) karya lagu seseorang, salah satunya untuk keperluan konten di kanal YouTube mereka.

Gen Halilintar Cover Lagu Hanya untuk Jadi Hiburan Semata

Memproduksi ulang karya lagu orang lain memang tiada salahnya, asalkan telah memiliki izin dari pemilik copyright-nya. Jika tidak, akan jadi bom waktu yang dapat menyeret seseorang untuk berurusan dengan hukum. Seperti kejadian yang tengah menimpa Gen Halilintar, grup vokal keluarga yang popular melalui YouTube. Mereka diperkarakan oleh Nagaswara, sebuah label musik di Indonesia, karena telah memproduksi ulang tanpa izin karya lagu salah seorang artis penyanyinya. Dilansir oleh Liputan6 pada hari Rabu (26/2/2020), Nagaswara merasa dirugikan, dan menggugat Gen Halilintar senilai 9,5 Milyar Rupiah.

Gen Halilintar saat klarifikasi soal cover lagu. (Dok. Istimewa)
Gen Halilintar saat klarifikasi soal cover lagu. (Dok. Istimewa)

Gugatan yang dilakukan Nagaswara dinilai wajar terjadi, sebagai bentuk tindakkan perlindungan pada karya-karya lagu para penyanyi yang dinaunginya. Meskipun Gen Halilintar mengklaim bahwa cover lagu tersebut hanya sekadar untuk jadi hiburan saja.

Seperti yang kita ketahui,  perlindungan copyright itu mencangkup pada pelarangan pada pihak lain untuk memasarkan, mengedarkan, dan memperbanyak dalam bentuk apapun sebuah karya lagu jika belum mendapatkan izin. Sementara itu, YouTube pada hakikatnya adalah media untuk mengedarkan, memperbanyak dalam wujud digital, dan memasarkan bagi kanal yang telah aktif monetisasinya.

Kita doakan saja persoalan yang terjadi antara Nagaswara dengan Gen Halilintar dapat diselesaikan dengan baik. 

Hikmah dari Persoalan Gen Halilintar dengan Nagaswara

Bagi para munsyid, kejadian ini bisa kita ambil hikmahnya, agar selalu berhati-hati dalam melahirkan karya nasyid. 

Namun sejatinya, mengcover lagu-lagu selawat dan nasyid lawas tidaklah menjadi persoalan, karena tiadalah berhak bagi seseorang untuk mengklaim cooyrightnya. Namun, jika selawat dan lagu nasyid tersebut telah ada yang dikreasikan dengan lirik dan nada tambahan, ada baiknya kita minta izin terlebih dahulu pada pemilik karya tersebut sebelum memproduksi ulang, untuk menghindari hal yang tak diinginkan.

Meskipun begitu, bagi pemilik karya selawat dan nasyid yang telah dikreasikan, maupun lagu religi, baiknya diikhlaskan saja jika ada pihak lain yang memproduksi ulang. Karena manfaat dari sebuah karya selawat dan nasyid kreasi, juga lagu religi yang dilahirkan, baiknya tidak mengharapkan keuntungan materi semata, ada ganjaran yang jauh lebih besar disediakan oleh Allah SWT atas nilai-nilai dakwah yang makin disyiarkan oleh orang lain. Sebagai bekal kita untuk akhirat nanti.

Kejadian yang dialami oleh Gen Halilintar ini juga bisa jadi bahan renungan bagi kita bersama, untuk dapat lebih inovatif dan kreatif, agar produktif dengan karya-karya lagu original milik sendiri. Tinggal kita mengembangkan potensi diri yang ada, atau dengan mengajak sesama munsyid untuk bersinergi melahirkan karya bersama. 

Memanfaat karya lagu original milik orang lain untuk keuntungan pribadi kita tanpa berbagi, tentu adalah hal yang kurang baik. Apalagi ketika pemilik karya tersebut hidup dalam berkekurangan. Tegakah kita? (*)

Advertisements
Tagged
muhammadfadhli
Reporter dan blogger resmi bagi IslamicTunesNews.com, juga seorang penulis puisi, komposer dan penulis lirik lagu. Aktivitas lainnya adalah owner Diatunes Management, yang menguruskan artis untuk rekaman dan promosi di Indonesia.

Leave a Reply